Mengenal Konservasi Penyu Taman Kili – Kili Panggul

arumi melepas tukik ke laut

Tidak terasa sudah satu tahun lebih saya tinggal di Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek. Setahun tinggal di Panggul serasa masih beberapa bulan, itu dikarenakan orang dan budaya Panggul tidak jauh beda dengan orang-orang yang ada di kampung halamanku di Sooko Ponorogo. Selain itu banyak tempat yang menarik yang bisa dikunjungi sehingga bisa melepaskan penat yang ada. Sedikit cerita tentang Panggul. Panggul adalah salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Trenggalek. Kecamatan yang terdiri dari 16 desa ini banyak memeiliki potensi alam yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Yang sudah terkenal yaitu Pantai Pelang, Pantai ini sangat indah dengan alunan ombak khas “laut kidul” nya. Di sebelah utara pantai Pelang terdapat air terjun yang sangat indah dengan air yang sangat jernih dan sangat cocok dibuat mandi setelah bermain di Pantai Pelang. Selain Pelang, potensi wisata yang lain yaitu Pantai Konang, pantai ini sangat cocok untuk menikmati sunset sambil lari-lari sore hari. Ada juga pantai Joketro yang digunakan para nelayan untuk mencari ikan.

Dari sekian potensi tadi yang terbaru dan akan dikembangkan yaitu Konservasi Penyu Taman Kili – Kili. Konservasi penyu ini berada di Desa Wonocoyo tepatnya di Pantai Kili – Kili. Pantai ini banyak ditumbuhi pohon pandan sehingga masyarakat setempat menamakannya Taman Kili-kili. Di Pantai atau taman Kili-Kili inilah pada bulan Mei sampai dengan  Agustus sering dibuat bertelurnya penyu. Penyu yang sering bertelur di Pantai Kili-Kili ini ada 4 jenis, yaitu penyu sisik, penyu abu-abu, penyu hijau dan penyu belimbing.

Saat ini Taman Kili – kili sudah dikembangkan sebagai konservasi penyu, sebelumnya masayarakt sekitar mengambil telur penyu untuk dimakan. Setelah adanya konservasi ini sekarang sudah ada larangan mengamambil telur penyu tersebut. Konservasi ini dikelola oleh pemerintah Desa Wonocoyo dan sangat didukung oleh Bupati Trenggalek.

Bupati trenggalek melihat lokasi konservasi

Bupati trenggalek melihat lokasi konservasi

Semenjak dibukanya Konservasi tersebut banyak yang berkunjung untuk melihat dan mencari informasi bagaimana perkembangan penyu. Denagn adanya konservasi tersebut, Sekolah tingkat SD sampai SMA sudah bnyak yang mengunjungi untuk memberikan pengetahuan kepada siswa-siswanya. Selain para siswa, ternyata Konservasi Penyu Taman Kili – Kili juga sudah menarik artis Arumi Bacshin untuk datang langsung bersama pacarnya dan Ibu Bupati Trenggalek. Tepatnya hari sabtu/08-12-2012 kemarin.

arumi melepas tukik ke laut

arumi melepas tukik ke laut

Arumi bersama Ibu Bupati

Arumi bersama Ibu Bupati

Arumi Bachin bersama pacarnya

Arumi Bachin bersama pacarnya

Sebelum pulang foto bareng dulu

Sebelum pulang foto bareng dulu

Ini bukan Arumi, ini anak bu kostq

Ini bukan Arumi, ini anak bu kostq

Ini bukan pacarnya arumi loooooo.....

Ini bukan pacarnya arumi loooooo…..

Hayo bagi temen temen yang pengin tau Konservasi Penyu ini silahk

an datang langsung ke Panggul, Sekalian mampir kost aq. Q TUNGGU KEDATANGANNYA

foto : desawonocoyo.com

3 thoughts on “Mengenal Konservasi Penyu Taman Kili – Kili Panggul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s