Untuk Yang di Seberang

moon-like-face

Rentang waktu telah membawamu,

setapak lebih dalam menapaki usia,

menyusuri fatamorgana dunia,

merayap menatap asa,

menebar semangat gapai cita.

Jadilah engkau laksana elang,

perkasa di selasar bintang,

mengepak sayap enggan pulang sebelum petang,

jadilah engkau laksana kunang,

tebar cahaya memecah remang,

hingga gulita hilang dari petang.

Bentang waktu dan usia,

jangan membuat engkau lupa,

bahwa engkau semakin dewasa,

jangan sampai melanggar titah Yang Kuasa,

bentang waktu dan usia,

jangan membuat engkau lupa,

Tuhan tidak melihat rupa, harta dan tahta,

melainkan hati yang ada di dalam dada,

serta amal jasad yang lata,

Bentang waktu dan usia,

jangan membuat engkau lupa,

jika kita terlena,

akan tertindas olehnya,

ingat petuah lama berkata,

“Waktu adalah pedang, potong atau terpotong”.

 

SELAMAT ULANG TAHUN,

maaf ku tak bisa memberi apa-apa,

hanya untaian doa yang ku bisa,

serta bait puisi yang mampu kuberikan,

semoga baitnya menjadi pengingat,

bahwa kita semakin dewasa.

 

dalam derai harap yang terucap,

semoga engkau selalu dalam lindungan-Nya,

dengan bertambahnya umurmu,

ku tahu…..

kau selalu “tersenyum”,

karena senyummu adalah penyemangat,

senyummu adalah insipirasi,

kau tetap dirimu,

yang slalu bersemangat dan memberikan semangat,

semoga semangatmu tetap berkobar,

tak menyerah menghadapi aral yang melintang,

pesanku untukmu:

ketika ada lubang,

jati diri jangan pernah hilang,

ketika ada batu,

semangat jangan pernah mati kutu,

ketika ada jurang,

kepriabadian jangan pernah terbang,

ketika ada laut,

nyali jangan pernah ciut,

ketika ada jalan berkelok,

asa jangan pernah terseok,

demi masa depan,

demi kebahagiaan,

demi kesejahteraan,

demi Tuhan, teruslah berjuang.

 

sekali lagi kuucapkan,

selamat ulang tahun untukmu,

semoga persahabatan diantara kita,

akan trus terjalin sampai hilangnya dunia,

maafkan aku dulu pernah mencintaimu,

jika dalam hal tertentu kau jadi membenciku,

aku bangga pernah mencintaimu,

walau kita tak kan pernah bisa bersatu,

aku tau arti cinta sesungguhnya setelah mengenalmu,

mencintai yang tak harus memiliki,

bahagiamu disana,

adalah bahagiaku disini,

mungkin sulit bagiku untuk melupakanmu,

tapi aku harus bisa,

demi kamu,

demi kita,

demi semuanya,

walau kita terpisahkan,

namun silaturahmi jangan terputuskan.

Untuk Anisah Wulandari ku ucapkan selamat ulang tahun, semoga apa yang kamu cita-citakan segera menjadi kenyataan, semoga limpahan kesehatan tetap diberikan kepadamu sehingga kamu bisa menjalani rutinitasmu dengan tenang. Maaf sengaja aku ucapkan lewat media blog ini karena kalau kuucapkan lewat telpon atau sms besok pasti sudah lupa, kutuliskan ucapanku disini dengan harapan ini tak akan terlupakan. Maaf hanya ini yang aku bisa, aku tak bisa merangkai kata seindah pujangga. Terima kasih atas semuanya. Kita adalah saudara.

3 thoughts on “Untuk Yang di Seberang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s