Jagung Bakar di Pagi Hari


Musim hujan begini, Sooko selalu menyajikan banyak “pop corn” alami, yang tak kalah nikmatnya: jagung bakar ala desa Sooko, dipetik dari pekarangan. Dengan kayu bakar tentunya membakarnya, bercampur abu-abu yang masih nempel di sana sini. Ehm…jangan tanya rasanya. Tentunya it’s very lezatos. Dikunyah dengan nikmatnya, sampai kadang lupa : “slilit santri” masih menghiasi gigi dengan warna hitam karena gosong. Baru ingat setelah tiba di tempat kerja. Hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s