INILAH AKU


1_872956891l1

Senja mulai meredup, matahari perlahan-lahan bergegas meninggalkan keindahan siang. Terlihat diantara gunung-gunung yang menjulang sinarnya mulai memerah, seakan tak tega meninggalkan kenangan yang seharian diciptakan. Pelan namun pasti, sang surya mulai menghilang dibalik awan yang menggelantung.Burung yang seharian tadi bersenandung sudah tak terdengar lagi, semua terhenyap dalam kesunyian. Hanya sesekal terdengar ocehan burung hantu yang baru terbangun dari tidur seharian.

Sunyi, senyap menyelimuti, semua kehidupan seakan terlelap dalam indahnya malam.

Demikian juga yang terjadi di perkampungan di sudut desa. Sejak malam datang, semua masyarakat segera bergegas menuju kediamanya masing-masing. Kesunyian membuat mereka takut keluar rumah, apalagi di kampung tersebut sedang ada terror yang sangat meresahkan. Ada pencuri yang membikin onar di kampung. Namun, pencurinya bukan sembarang pencuri.Dia tidak mencuri barang-barang berharga, namun hanya mencuri makanan yang sudah dimasak warga. Yang membuat takut warga kampung, pencuri tersebut katanya bukan pencuri sembarangan. Dia bia berubah wujud dan juga bisa menghilang. Setiap malam datang, semua warga yang laki-laki selalu berjaga menjaga keamanan kampung.

Demikian juga yang terjadi di salah satu rumah di pojok kampung, terlihat di dalam rumah ada sepasang suami istri yang sedang berbahagia menanti datangnya sang buah hati. Tiba-tiba terlihat dari celah-celah dinding bambu, seberkas cahaya obor perlahan-lahan mendekat rumah tersebut. Tak lama kemudian “ Thok…thok…thok..” terdengar suara pintu diketuk orang. “Pak, ayo berangkat. Sudah dinanti teman-teman di pos ronda” teriak orang di luar rumah yang tak lain adalah tetangga dekat. “Ya Pak, tunggu sebentar” sahut sang bapak. Dengan berat hati bapak tersebut berpamitan ke istrinya Setelah memanggil “si mbah” untuk menemani istrinya, bapak tersebut berangkat ke pos ronda.

Di pos ronda, terlihat banyak masyarakat yang sudah berkumpul dengan berkalungkan “janur”. Ya, malam itu warga kampung bersama pihak kepolisian akan mencari pencuri yang sudah meresahkan warga. Kalung janur dimaksudkan untuk membedakan antara pencuri dengan warga. Jika di kegelapan malam bertemu dengan warga yang membawa janur, berarti mereka bukan pencuri yang dicari. Mereka semua sibuk mempersiapkan diri. Tiba-tiba, di kegelapan malam terlihat seorang wanita setengah baya berlari menuju kerumunan warga. Wanita tersebut tak lain adalah si mbah yang disuruh menemani istri bapak tadi. Dia memberitahukan kepada bapak tadi, jika istrinya mau melahirkan. Bapak tersebut tidak jadi ikut warga, tetapi dia pulang menunggui istrinya yang sedang melahirkan. Setelah ditunggu beberapa lama, akhirnya terdengar tangis bayi yang memecah keheningan. Berbahagialah bapak tersebut. Karena anak yang dinanti-nanti telah lahir kedunia ini. DAN ITULAH AKU.

Cerita ini aku warisi dari si Mbahku, Bapakku, Ibuku, Kerabatku, dan juga Tetanggaku

Ya, katanya aku dilahirkan di tengah-tengah peristiwa yang sangat meresahkan warga. Tepatnya tanggal dua satu bulan sebelas tahun delapan puluh empat.

Itulah awal aku mulai merasakan nikmatnya dunia.

29 Responses “INILAH AKU” →
  1. silahkan posting perkenalan di kotareyog.com

    makasih :)

    Reply

    • akang zhitoer

      January 10, 2009

      sebenare dah lama pengen gabung kotareyog.com tapi lom teu carane…maklum cah ndeso

      Reply
  2. mampir kang…
    salam kenal dari bloggger warock juga….

    Reply
  3. Weleh, kang situr to tibane…

    Siip..tulisan pean apik2 kang.. keep blogging! :)

    Reply
  4. salam hangat……

    Reply
  5. weleh2 ora dlomok putune mbah singedimedjo

    Reply
  6. Makasih bunget atas masukannya ya mas…
    kasih saran terus buat ku. aku juga lagi buat 1 blog khusus tentang ponorogo.
    coba kunjungi buyutwarok.blogspot.com

    Reply
  7. absen pak.. :)

    Reply
  8. kenalan mas…!
    ben tambah bolo…

    Reply
  9. salam kenal akang zhitor

    Reply
  10. salam kenal pak…

    Reply
  11. Hallo pak Guru!

    Reply
  12. Siip..

    Reply
  13. salam kenal. aku juga anak REOG ikutan gabung kotareyog.com

    Reply
  14. Mas, ni fotonya di Pletuk ya… deket rumahku tuh

    Reply
  15. salam kenal dari solo… :-)
    kunjungan balik mas…

    Reply
  16. mas pi o ki blog q gak rampung-rampung ki, malah sangsoyo bubrah jal.jan ndak teko aku,wkwkwkwkw

    Reply

  17. Ratna Fauziah

    October 31, 2010

    Pengen ikut gabung di kotareyog……

    Reply
  18. salam kenal dari warga Reog di PERUMDA , apa kabar sooko … tulisannya bagus banget…

    Reply

  19. Claudia

    May 30, 2011

    salam kenal mas…

    Reply
  20. Mampir juga ke blog saya gan…
    Salam Kenal
    Terima Kasih…………………..

    Reply
  21. hebat

    Reply
  22. Cah deso… tapi utek kutho… luarbiasa… bahasa sungguh menyentuh. pilahan-pilahan kata tertata begitu hidup. Mudah-mudahan jadi warisan untuk anak cucu kelak. Amin

    Reply
  23. salut utk kamu sobat…
    gk bakal nyesel pnya tmen kyak kamu ;-)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.